Berbagai Kristal

Kristal dapat diklarifikasikan dengan jenis partikel yang menyusunya atau dengan interaksi yang meggabungkan partikelnya.
Berbagai Jenis Kristal :
tabel kristal
Nilai yang tercantum di atas adalah energi yang diperlukan untuk
memecah kristal menjadi partikel penyusunnya (atom, ion, atau molekul (dalam kkal mol-1))

A. Kristal Logam
Kisi kristal logam terdiri atas atom logam yang terikat dengan ikatan logam.
Elektron valensi dalam atom logam mudah dikeluarkan (karena energi ionisasinya yang kecil) menghasilkan kation.
– Sifat-sifat logam yang bemanfaat seperti kedapat-tempa-annya, hantaran listrik dan panas serta kilap logam dapat dihubungkan dengan sifat ikatan logam. Logam dapat mempertahankan strukturnya bahkan bila ada deformasi. Hal ini karena ada interaksi yang kuat di berbagai arah
antara atom (ion) dan elektron bebas di sekitarnya.
struktur logam
“Logam akan terdeformasi bila gaya yang kuat diberikan, tetapi logam tidak akan putus. Sifat ini karena interaksi yang kuat antara ion logam dan elektron bebas”.


B. Kristal Ionik
Kristal ionik biasanya memiliki titik leleh tinggo dan hantaran listrik yang rendah. Namun,
dalam larutan atau dalam lelehannya, kristal ionik terdisosiasi menjadi ion-ion yang
memiliki hantaran listrik.
Susunan ion dalam kristal ion yang paling stabil adalah susunan dengan jumlah kontak
antara partikel bermuatan berlawanan terbesar, atau dengan kata lain, bilangan
koordinasinya terbesar.

C. Kristal Molekular
Kristal Molekul adalah Kristal da molekul yang terikat oleh gaya antarmolekul
semacam gaya van der Waals. Kristal dapat terbentuk, tanpa bantuan ikatan, tetapi dengan interaksi lemah antar
molekulnya. Bahkan gas mulia mengkristal pada temperatur sangat rendah.
Argon mengkristal dengan gaya van der Waals, dan titik lelehnya -189,2°C.

D. Kristal Kovalen
Intan adalah contoh khas jenis kristal seperti ini, dan kekerasannya berasal dari
Jaringan kuat yang terbentuk oleh ikatan kovalen orbital atom karbon hibrida sp3.
Intan stabil sampai 3500°C, dan pada temperatur ini atau di atasnya intan akan
menyublim.
iod

E. Kristal Cair
Dalam fasa cair, molekul-molekul pada derajat tertentu mempertahankan susunan teratur dan sifat optik cairan ini agak dekat dengan sifat optik kristal. Material seperti ini disebut dengan kristal cair. Molekul yang dapat menjadi kristal cair memiliki fitur struktur umum, yakni molekul-molekul ini memiliki satuan struktural planar semacam cincin benzen.
Terdapat tiga jenis kristal cair:
1. Smektik
2. Nematik
3. kholesterik

This entry was posted in Ringkasan Materi Kuliah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s